Postingan

Alasan Kamu Toxic (+ Cara Memperbaikinya)

Yo, welcome to "Black Cat's Stories". How are you today? Postingan kali ini terinspirasi dari sebuah pertanyaan pada kolom komentar di IG, yang mempertanyakan “…bagaimana caranya agar kita tidak toxic?” Saat itu aku berpikir, wah, benar juga,   rasanya kita terlalu asik menunjuk-nunjuk perilaku orang lain yang tidak sehat atau situasi-kondisi yang tidak menguntungkan kita. Di internet, ada banyak orang yang sudah mengulas masalah yang sama dengan memberikan ciri-ciri, sebab, dan solusi dalam menghadapi hubungan atau seseorang yang dianggap toxic . Bahkan akupun menulis mengenai Toxic Positivity . Dengan merenungkannya, terbayang dalam pikiranku beberapa orang yang pernah melakukan tindakan yang dianggap toxic , mulai dari senang berbohong, bergosip, memiliki sikap “ positive vibe only ” atau sebaliknya ia memiliki sikap negatif yang menular, dan masih banyak lagi. Tapi, bagaimana denganku? Ada berbagai anggapan mengenai seseorang dengan perilaku to...

Alasan Toxic Positivity Buruk Buat Kamu

Welcome to “Blackcat”s Stories”, How are you today?  Kali ini, aku akan membicarakan mengenai Toxic Positivity!  Toxic Positivity adalah kata-kata atau cara berpikir yang “positif” atau “optimis” secara berlebihan dengan mengesampingkan emosi lain yang relevan (marah,takut, sedih, dsb) atau tidak sesuai realita. Toxic positivity itu menghakimi. Tidak realistis. Bahkan terkesan menyepelekan kondisi seseorang. Seakan hanya bermodalkan berpikiran positif semua masalah akan selesai.  Sebagai contoh, pernahkah kamu mendapatkan sebuah kalimat “positif” yang justru terasa sakit? Memang benar, kita tidak bisa terus menerus terjebak dalam kegelapan, tapi memaksakan seseorang untuk menekan, melupakan, bahkan mengabaikan sesuatu yang tidak nyaman bagi orang lain, tidak akan memperbaiki keadaannya.  Pada beberapa kasus, toxic positivity akan membuat kondisi seseorang semakin memburuk akibat tertekan. Mereka mungkin akan mulai menyalahkan diri karena tida...

7 Cara Tetap Waras Menghadapi Covid-19

Yo! Welcome to "Blackcat's Stories". What's up bro and sis? Siapa sih yang tidak merasa stress kalau setiap hari di rumah dengan sensasi tertekan akibat rasa cemas dan bosan? Yang pasti itu adalah aku! Selama lebih dari satu bulan, aku merasakan bagaimana rasanya duniaku sebatas gadget dan teras depan rumah. Obrolan dengan orang-orangpun menjadi monoton dan membosankan karena aktivitas yang dilakukan hanya makan, tidur, dan toilet. Tidak ada motivasi, yang ada hanyalah kehampaan dan rasa malas. Tugas semakin menumpuk, kuota semakin menipis, mata makin minus, tapi pinter aja kaga. Berbeda dengan mereka yang harus tetap kerja keluar rumah di tengah pandemik yang mengancam dari tiap sisi. Kita masih  bisa bernapas lega, namun, rasa jenuh tetap saja membunuh secara perlahan bukan? Jadi, ini adalah caraku bertahan hidup (menjaga kewarasan) selama berada di rumah: 1. Ekspresikan Perasaanmu Apa yang kamu rasakan saat ini? Lampiaskan emosi negatif...

Who Am I: Masa Laluku Tidak Mendefinisikanku

Yo! Welcome to "Black Cat's Stories". How are you? Berbicara mengenai "My past doesn't define me" merujuk pada keadaan bahwa manusia bisa berubah karena pendewasaan atau karena belajar dari pengalaman dan introspeksi diri yang membuat seseorang dapat menjadi lebih baik atau bahkan lebih buruk dari keadaan sebelumnya. Terkadang perubahan itu bisa membuat kita kehilangan orang yang kita sayangi, entah karena mereka tidak bisa menerima perubahan itu atau kita menjadi tidak berguna lagi bagi mereka. Meskipun hanya mencoba untuk tetap bertahan hidup dengan segala hal yang kita miliki. Dengan cara apapun. Beberapa diantara kita sempat tersesat dan salah mengambil jalan, lalu kini dihantui oleh perasaan menyesal dan kotor yang luar biasa. Atau bahkan ada yang memiliki landasan moral yang begitu kuat dan dengan gigihnya mempertahankan moral dan kepercayaannya sekalipun dilanda badai.  Memang menjadi orang baik itu tidak mudah didunia yang perlahan mul...