Perlukah Bergabung dalam Organisasi Kampus?
Sungguh, tidak worth it. Untunglah diluar sana banyak pilihan lain yang lebih menguntungkan yang layak dicoba untuk mengasah keterampilan dan mengembangkan diri, seperti ikut volunteer, komunitas, ekstrakulikuler, magang, atau mengikuti MBKM.
Pada akhirnya, apakah organisasi kampus
masih diperlukan sebagai sumber pengalaman, relasi, dan pengembangan diri?
Well, jika kamu tanya pengalamanku pribadi aku
dapat menjawab masih diperlukan. Terlepas dari berbagai masalah yang saat ini terjadi dalam internal organisasi. Terdapat
sebuah pengalaman, relasi, dan keterampilan yang hanya akan didapat secara
spesifik yang mungkin tidak akan didapatkan dari sumber lain.
Misalnya,
Dalam segi pengalaman, organisasi sifatnya
lebih formal, mengikat, dan memiliki hierarki yang jelas. Sehingga organisasi
akan memberikan pemahaman mengenai bagaimana “pemerintahan” atau sebuah sistem
bekerja. Banyak prosedur, aturan, dan tata cara dalam melakukan berbagai hal,
mulai dari menerima masukan hingga merancang program kerja. Segalanya
membutuhkan proses baik cepat maupun lambat tergantung pada aturan yang
berlaku. Terdapat organisasi yang bertugas untuk melakukan, mengawasi, dan/atau
mengatur sesuai dengan ketetapan yang ada.
Kemudian, mengenai relasi yang akan
diperoleh. Orang-orang yang dapat ditemukan dalam organisasi biasanya orang
yang kritis, vokal, dan memiliki ambisi. Mayoritas orang yang bergabung dalam
organisasi juga aktif berkegiatan di tempat lain, baik volunteer, ekstra, atau mengikuti kegiatan MBKM daripada
sebaliknya. Beberapa temanku adalah bergabung dengan berbagai organisasi luar
maupun internal kampus dan kini fokus pada perlombaan atau kegiatan akademik.
Sehingga, jika membutuhkan orang-orang kritis, vokal, dan ambisius, lebih mudah
jika mencarinya di dalam sebuah organisasi.
Dalam hal pengembangan diri, organisasi
melatih kerja sama tim, kesabaran, keteguhan hati, resiliensi, dan juga
kemampuan dalam memanajemen diri maupun orang lain. Namun, secara realita
organisasi memberikan set keterampilan yang berbeda-beda dan terkadang tidak
terduga tergantung siapa, dimana, dan melakukan apa. Seperti dalam kasusku, set
keterampilan yang didapat adalah kemampuan untuk bersabar, percaya diri, dan
teguh dalam pendirian. Selain itu, aku belajar sedikit mengenai politik dan
metode persuasi.
Pada akhirnya, kepentingan dan kebermanfaatan sesuatu, terutama organisasi tergantung pada bagaimana individu tersebut memperolehnya dan memandangnya. Bahkan pengalaman buruk juga merupakan pelajaran yang sangat berharga dalam hidup.
Bahkan, opsi lain yang terlihat lebih bermanfaat untuk mendapatkan pengalaman kerja seperti magang dapat saja tidak sehebat yang diceritakan orang-orang. Karena, aku pernah mendengar orang yang magang hanya disuruh-suruh untuk ambil air minum atau print dokumen, ia tidak mendapatkan pengalaman kerja sebagaimana mestinya.
..
Kurang lebih seperti itu manfaat yang dapat diperoleh berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadiku sendiri. Tentunya organisasi bukan untuk semua orang. Namun, semoga tulisanku dapat memberikan sebuah manfaat atau menghibur dirimu.
See ya~
Komentar