Tentang Kebaikan Hati
Welcome to “Black Cat’s Story”. How are you today?
Kamu tahu, kualitas dalam diri seseorang yang paling aku
sukai adalah kebaikan hati. Ketika seseorang membantu orang lain, bukan karena
sebuah kewajiban atau tuntutan, akan tetapi karena hati nurani mereka yang
menyuruhnya. Bagiku, itu sesuatu yang sangat indah.
Sebuah kebajikan yang rasanya seperti matahari pagi.
Begitu hangat, lembut, dan membuatku merasa gembira.
Sebuah kebajikan yang bisa menghangatkan hati yang dingin
dan sepi.
Sebuah kebajikan yang tak membuatku merasa hina ketika
mendapatkannya.
Aku seringkali mendengar orang-orang mengatakan bahwa
kebaikan hati itu adalah sebuah kelemahan. Namun, aku tak pernah berpikir
begitu.
Alasannya sangat sederhana,
Sangat sulit untuk bersikap baik pada orang yang bersikap
semena-mena pada diriku atau tetap berbaik hati meski sudah dikecewakan.
Namun, orang yang baik, tetap saja menunjukkan keramahan
meskipun aku menggeram, mengulurkan tangan meskipun aku mencakar, dan memahami
meskipun aku bersikap tak peduli.
Tentu saja mereka bisa melawan bahkan meninggalkanku
kapanpun mereka mau, tapi beberapa diantara mereka bertahan karena melihat “kebaikan
hati” dari orang sepertiku!
Hahahaha.. sungguh, aku tak dapat memahami pikiran
mereka.
Bahkan jika aku memiliki empati, aku tak akan bersikap
baik pada siapapun sebelum mendapatkan jaminan atau bukti bahwa mereka tak akan
mengecewakanku.
Tapi, jika aku perlu jujur, sangat menyenangkan memiliki
seseorang yang yakin bahwa diriku mampu dan memiliki kualitas “baik” ketika
tidak ada satupun yang berpikir begitu.
Karena itu, aku bisa katakan bahwa aku menyukai mereka dan ingin meniru mereka.
Bahkan meskipun aku hanyalah impostor, aku hanya ingin mengembalikan “kebaikan hati” yang telah
dianugrahkan kepadaku. Hingga, mungkin, suatu hari aku dapat menjadi salah satu
dari mereka.
Komentar