One More Time
Welcome to "Black Cat's Story".
Apakah kamu sudah membaca postingan ini?
Pada tulisan tersebut aku bercerita tentang kejenuhan yang kurasakan selama menjalani pembelajaran jarak jauh dan solusi untuk mengatasi kejenuhan tersebut.
Pada awalnya, semua berjalan dengan baik. Namun, semuanya tidak berlangsung lama, hanya dalam hitungan minggu rencana itu tidak bisa terlaksanakan dengan baik. Bahkan, menulis blog saja sangat sulit.
Hal itu disebabkan oleh masalah-masalah kecil yang terabaikan. Seperti, kesalahan dalam manajemen waktu maupun dalam manajemen energi.
Akibatnya, aku tidak fokus pada kegiatan yang sedang aku jalani dan juga tidak dapat berkomitmen pada aktivitas yang aku pilih karena ada keperluan lain yang mendesak.
Gagalnya upaya untuk tetap tetap termotivasi serta menjaga kualitas belajar itu membuatku harus membayarnya dengan penurunan IP yang cukup dramatis. Rasa frustrasi tidak terhindarkan.
Setelah puas mengasihani diri. Aku mulai mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut.
Pertama, aku mendefinisikan masalah.
Langkah ini aku lakukan untuk mengetahui apakah masalah yang menghambat itu disebabkan oleh ketidakmampuan, ketidaktahuan, atau kurangnya fasilitas yang mendukung. Serta, apakah masalah itu dapat diperbaiki atau tidak perlu diperbaiki.
Sebagai contoh:
Salah satu masalah yang menghambat adalah adanya "korupsi" waktu untuk melakukan aktivitas yang dinilai tidak penting, misalnya scrolling media sosial atau nonton video youtube secara berlebihan. Aktivitas yang mudah dan menyenangkan tersebut dapat dengan mudah membuatku abai dengan kebutuhanku (makan, minum, istirahat) dan kewajibanku.
Meskipun aku sudah memiliki rencana yang tersusun rapi, jika aku tidak bisa melepaskan diriku dari distraksi yang membuatku menunda, maka tujuanku tetap tidak akan tercapai, bukan?
Tentunya menjauhkan diri sepenuhnya dari internet itu mustahil mengingat kondisi saat ini. Hal yang bisa aku ubah adalah tujuan dan fungsi penggunaan internet dan gadget yang aku miliki.
Kedua, memikirkan solusi atau alternatif kegiatan yang bisa dilakukan
Maka, sebagai solusinya, aku mencoba untuk membatasi screen time. Dengan mengutamakan aktivitas yang bisa dilakukan secara offline dan online dengan sebuah tujuan (hanya untuk mengerjakan tugas, mencari referensi, atau hiburan). Serta, menjauhkan distraksi.
Sebagai tambahan, aku juga mencoba untuk tidak menggunakan gadget di waktu tertentu. Seperti malam hari menjelang tidur atau ketika sedang menghadiri perkuliahan, seminar, dan aktivitas lain.
Dengan begitu, aku dapat mengerjakan lebih banyak aktivitas yang bermanfaat dan memang aku sukai. Serta, menjaga kesehatanku.
Ketiga, memulai kembali
Baiklah, pada poin ini, adalah fase uji coba. Jika berhasil dan memberikan dampak positif meskipun sedikit, maka lanjutkan. Jika, malah menghambat maka kembali ke tahap satu.
Masalahku adalah manajemen waktu serta manajemen energi yang buruk. Serta, kebiasaan menggunakan internet yang diluar kendali. Oleh karena itu, aku perlu solusi yang pas dan cocok untukku agar bisa berhasil.
Aku melakukan persiapan, dengan mengumpulkan pengetahuan serta alat yang dapat membantuku melakukan manajemen waktu dan energi. Tentunya dengan membaca buku, bertanya pada orang lain, dan mengenal diriku sendiri.
Setelah mengetahui apa saja yang aku butuhkan secara umum dari buku, menerima rekomendasi orang lain, maka aku melakukan penyesuaian agar cocok dengan kebutuhan dan harapanku.
Sebagai contoh,
Aku mencoba membuat diary untuk mencatat hari-hariku agar tidak lupa dan dapat menjadi rujukan yang akurat jika diperlukan. Sehingga, aku bisa tahu diriku sendiri lebih mendalam, termasuk kelebihan dan kekuranganku.
Karena kelemahanku terletak pada sifat pelupa dan mudah kewalahan, maka aku mulai mencoba menggunakan planner dan reminder, untuk menjadwal dan mengingatkan tentang hal-hal yang penting.
Tentunya percuma memiliki kemampuan menjadwal jika tidak memiliki kemampuan atau energi untuk melaksanakannya.
Jadi, aktivitas yang aku pilih untuk saat ini adalah 1-2 kegiatan yang membutuhkan perhatian khusus, lalu sisanya adalah aktivitas sampingan yang bisa aku lakukan di waktu luang sebagai hobi dan tidak ada tuntutan.
Dengan kata lain, aku dengan cermat memilih mana yang bisa aku lakukan, mana yang membutuhkan bantuan orang lain, dan mana kegiatan yang bukan untukku.
Tidak lupa melakukan hal-hal kecil yang berdampak positif untuk membentuk kebiasaan yang baik. Seperti menjaga kebersihan, berolahraga ringan, dan banyak minum air putih.
Tentunya, agar rencana ini sukses, aku perlu berkomitmen, fokus, dan disiplin. Sesuatu yang belum sepenuhnya aku kuasai. Tapi, tidak apa-apa, semuanya butuh proses.
Baiklah, aku akan mengakhiri tulisan ini sampai di sini saja. Semoga ada manfaat yang bisa kamu terima. Seperti biasa, terima kasih.
See ya~
Komentar