Inilah Alasan Memaafkan Itu Perlu
Yo, welcome to "Black Cat's Stories"
Topik kali ini adalah request dari salah satu temanku. Ia ingin tahu makna memaafkan dan mengapa begitu sulit untuk memaafkan orang lain dan diri sendiri.
Setelah
berkeliling mencari sumber mulai dari tutorial memaafkan, filosofi, bahkan
ajaran agama yang membahas topik ini. Maka ini waktunya aku menarik kesimpulan
dari seluruh informasi yang aku miliki ditambah dengan bumbu-bumbu pengalaman
pribadi dan opiniku.
Without further ado, let’s talk about it..
...
Menurut KBBI
Maaf adalah
pembebasan seseorang dari hukuman (tuntutan, denda, dsb) atas kesalahan yang
dilakukan.
Sehingga,
berdasarkan definisi tersebut memaafkan berarti kamu membebaskan orang lain
dari balasan atas perbuatan salahnya. Kamu tidak merencanakan pembalasan
dendam, kamu tidak menghina, mengucilkan, ataupun meminta ganti rugi.
Kamu membebaskannya dari balasan atas kesalahannya.
Misalnya: Kamu
memaafkan seorang teman yang datang terlambat dengan sebuah peringatan saja.
Padahal kamu bisa membuatnya membayar denda atau meninggalkannya (hukuman).
Biasanya jika
masalah kecil dan mudah untuk diabaikan (tidak memberikan dampak yang berarti),
orang-orang dapat memaafkannya dengan mudah. Bahkan, mentoleransi dan
mewajarkannya.
Akan tetapi, beda
ceritanya jika yang perbuatan salah yang dilakukan terus-menerus dan jangka
waktu yang panjang (melakukan penindasan, diskriminasi, abuse, bullying, dsb)
atau sebuah kesalahan yang dilakukan sangat fatal (berkhianat, menyebarkan
rumor, tidak merespons saat diperlukan,dsb)
Dari rasa sakit
yang dirasakan, kekecewaan yang luar biasa, bahkan marah yang terpendam karena
kamu dipaksa untuk bersikap pasif. Terkadang terbesit dalam pikiran kita, bahwa
kita tidak mungkin memaafkan
perbuatan orang tersebut.
Namun benarkah
demikian?
...
Dalam memaafkan kamu memerlukan empati.
Suatu saat dalam
hidupmu seseorang akan menakitimu baik sengaja maupun tidak. Entah karena
mereka bersikap begitu sombong, mengkhianatimu, atau mereka memperlakukanmu
dengan tidak baik.
Namun, memaafkan
berarti mencari tahu sumber dari kejahatan tersebut. Dengan begitu, kamu dapat
memahami alasan perilaku yang kamu terima.
Sebuah perilaku
selalu memiliki sejarah panjang yang tidak terlihat olehmu. Sebuah kisah yang
membuat mereka seperti sekarang ini. Seperti dirimu yang merasa amat
tersinggung dan terluka dengan perbuatannya. Entah karena ia mengalami trauma
yang memaksanya untuk berperilaku seperti itu.
Bahkan dapat ku
katakan, bahwa kamu sebagai manusia adalah individu yang bermasalah juga,
perbuatanmu patut di pertanyakan. Bisa saja suatu saat nanti, kamu sendiripun,
tidak perlu persis sama dengan mereka yang menyakitimu saat ini dan tidak perlu
sebuah masalah yang dramatis. Namun, kamu secara tidak sadar bisa saja sudah
mengkhianati orang lain, bersikap seperti pengecut dan kabur dari masalah, atau
bahkan menambah luka pada penderitaan seseorang.
Saat itu, kamu
butuh untuk dimaafkan.
...
Tapi, kamu tahu?
Ada banyak miskonsepsi tentang
memaafkan.
Ketika membahas
mengenai memaafkan, seringkali mereka merasa ragu dan defensif, sebab dirasa
tidak ada manfaat bagi mereka yang tersakiti. Mungkin seseorang akan berkata:
“bagaimana bisa
aku memaafkan orang seperti itu?”
“untuk apa
memaafkan? Lebih baik aku mencari mereka yang sudah baik!”
Dan beribu alasan lain untuk tidak memaafkan siapapun. Sebab, kamu tentu merasa benar dan berada pada posisi yang tidak dapat memahami bagaimana seseorang bisa berperilaku begitu salah, begitu bodoh, dan tidak masuk akal.
Namun, tidak ada
salahnya menjadikan maaf sebagai opsi pilihan untuk membebaskanmu dari amarah
yang selama ini kamu genggam bagaikan bara api dengan niat melemparkannya pada orang
yang kamu benci.
Kamu membebaskan
dirimu dari beban memberikan hukuman. Apa yang terjadi padanya dapat kamu serahkan
pada hakim, karma, atau Tuhan. Kamu tidak perlu memikirkan nasibnya, kamu dapat
fokus pada dirimu sendiri.
Kamu tidak
terpaksa dalam pilihanmu antara memaafkan atau tidak. Namun, memaafkan bukan
mengenai siapa yang layak dimaafkan atau tidak atau pengecualian lainnya. Semua
kesalahan dapat dimaafkan, semua orang dapat dimaafkan. Diriku, dirimu,
semuanya, tanpa terkecuali.
Selain itu, tidak
ada yang dapat memaksamu untuk bertahan dalam hubungan yang toxic, kamu memaafkan dirinya agar
hubungan kalian selesai tanpa harus membenci atau berkeinginan membalas yang
secara tidak langsung merantaimu untuk kembali padanya. Kamu dapat menutup
cerita yang sudah selesai itu tanpa perlu menoleh kembali.
Meski tidak ada jaminan bahwa memaafkannya akan membuat sakitnya akan segera hilang atau bermakna bahwa kejadian itu tidak menyakitimu lagi. Tapi, langkah awal dari penyembuhan trauma dan rasa sakit yang tak berdarah adalah melepaskan dan memberikan maaf pada semua yang terlibat.
...
Aku harap hingga
sejauh ini kamu sudah mendapatkan gambaran seperti apa memaafkan itu
sebenarnya. Menjadi pemaaf itu bukanlah kelemahan, justru ketika kamu membenci
segala hal buruk yang terjadi padamu kebencian itu membuatmu lemah dan gampang
terpengaruh arus kehidupan.
Lalu bagaimana cara untuk memaafkan?
#1 Rileks
Ketika memaafkan
sesuatu, kamu harus dalam keadaan tenang. Kamu tidak dapat memaafkan siapapun
ketika otakmu berada pada kondisi fight
or flight.
Fokuskan dirimu
pada masa kini, bernafaslah, dan buatlah dirimu merasa rileks. Kamu bisa
melakukan meditasi, yoga, atau sekadar latihan pernafasan.
Intinya adalah
membuat dirimu rileks dan dapat menggunakan pikiran rasionalmu.
#2 Ubah Sudut Pandang
Selanjutnya,
struktur ulang bagaimana kamu melihat masalah tersebut. Mungkin kamu merasa
bahwa ini serangan personal yang ditujukan untuk menjatuhkan kedudukan atau
harga dirimu. Karena memang melibatkanmu dan terjadi padamu.
Tapi, cobalah liat
secara garis besar. Lihat kembali bagaimana sosoknya, sikapnya, kejadiannya.
Jangan-jangan sebenarnya bukan serangan personal, melainkan kebetulan kamu
berada disitu dan mendapatkan pahitnya. Bisa juga itu bukan tentangmu.
Ini bukan
mengenai denial atau menolak
kenyataan bahwa itu terjadi. Namun, mengubah sudut pandangmu sehingga masalah
tersebut menjadi lebih objektif dan tidak terlalu personal.
#3 Kamu Bertanggung Jawab Atas Perasaanmu Sendiri
kamu mungkin
merasa kesal dengan kenyataan bahwa rasa sakit atau kebencian yang kamu bawa
hingga hari ini ternyata tidak membuahkan hasil apa-apa. Apalagi setelah
mengetahui bahwa orang yang menyerangmu memang tidak peduli dengan dampaknya.
Orang itu,
mereka, semua orang bisa bebas bertindak apapun. Mereka bisa menyakitimu
kapanpun, sengaja ataupun tidak. Sebab kami sama denganmu, hanya seorang
manusia biasa.
Tidak ingin
bertanggung jawab dengan perasaanmu sendiri artinya memberikan kekuasaan pada
orang lain untuk memengaruhi emosi, suasana hati, kesehatan, bahkan cita-cita
dan masa depanmu pada orang tersebut.
Namun, ketika
kamu mengambil alih kendali akan emosi dan perilakumu sendiri, bahkan
bertanggung jawab atasnya. Kamu bebas menentukan mana yang harus tinggal dan
pergi dalam hidupmu. Kamu tidak perlu menyimpan rasa sakit itu seumur hidupmu.
Kamu bossnya.
#4 Buatlah Batasan yang Sehat
Jangan lupa untuk
memberikan batasan (boundaries), tanpa
batasan tersebut orang-orang akan tetap menginjak-injakmu secara tidak sadar.
Karena mereka tidak tahu mana yang baik dilakukan mana yang tidak.
Batasan juga akan
mencegahmu terlibat dalam hubungan toxic.
Selain itu, kamu lebih mengenal seperti apa dirimu dan batasanmu sendiri.
#5 Buatlah Penyesuaian
Hubungan yang
sudah rusak ibarat benda pecah belah, sekalinya jatuh dan percah maka tidak
akan kembali seperti semula.
Tapi, terkadang
sebuah hubungan begitu berharga, mahal, dan sudah terjalin sangat lama hingga
tidak mungkin dibuang begitu saja. Kamu ingin semuanya kembali normal seakan
tidak terjadi apapun.
Namun, sayang
sekali apa yang rusak tidak bisa kembali seperti semula. Sekalipun dipaksakan
untuk menjadi seperti semula maka akhirnyapun sudah bisa ditebak. Mantan yang
kembali, akan berakhir sama seperti sebelumnya.
Akan tetapi,
buatlah penyesuaian baru jika memang hubungan tersebut berharga. Gunakan akal
sehatmu dan pertimbangan yang matang untuk memastikan memperbaiki hubungan
memang jalan yang kamu pilih. Komunikasikan batasan-batasan, harapan,
keinginan, serta segala hal yang kalian butuhkan untuk memperbaiki hubungan
tersebut.
Hubungan yang baik tercipta atas kerja sama antara kedua belah pihak yang berjuang tanpa pamrih, jangan lupa untuk mengatakan, "aku memaafkanmu"
Good luck ^^)b
...
Memaafkan diri sendiri
Jika kamu sendiri
pernah berbuat salah pada orang lain atau kesalahan yang membuatmu malu,
menyesal, terancam, bahkan merasa amat bersalah.
Seperti tidak
menyadari ada soal essay di balik lembar soal atau melampiaskan amarahmu pada
orang yang tidak bersalah atau menyakiti perasaan orang yang begitu berharga
hingga ia memutuskan untuk pergi dari hidupmu
Saat ini kamu
mungkin terperangkap dalam penjara yang terbuat dari rasa bersalah, malu, dan
penyesalan yang amat hebat. Hingga kamu tidak dapat melihat cahayamu sendiri. Aku
tahu perasaan itu, sebab aku sendiripun bukanlah orang yang suci.
Akan tetapi terdapat 3 langkah yang dapat membantumu memaafkan dirimu sendiri:
Pertama-tama, cobalah
untuk meminta maaf pada orang yang
pernah kamu sakiti, semuanya tanpa terkecuali. Dengan jujur dan bertanggung
jawab.
Katakan bahwa
kamu menyesal dan memiliki keinginan untuk memperbaiki kesalahanmu. Jangan memaksa
untuk dimaafkan apalagi sampai mengancam dan membuat orang tersebut merasa
memiliki hutang untuk memaafkanmu. Akan lebih baik jika kamu memang benar-benar
memperbaiki kesalahanmu
Masih merasa
belum dapat memaafkan dirimu?
Bertobatlah dan meminta ampunan pada Tuhan. Dengan begitu
kamu akan merasa lebih damai dan tenang.
Selanjutnya, kamu
perlu mengetahui bahwa setiap orang layak untuk dimaafkan tanpa terkecuali. Seseorang
yang membuat pengecualian hanya dirimu sendiri. Entah alasan spesial apa yang
membuatmu memberikan standar yang berbeda.
Kegagalan,
kesalahan, dosa, khilaf, apapun itu yang memperangkapmu sekarang adalah tanda
bahwa kamu hanyalah manusia. Tidak ada yang salah atau memalukan dari itu.
Kita semua hanya
bisa berteori bagaimana dunia seharusnya berjalan. Namun, pada kenyataanya
semuanya tidak selalu berjalan sesuai angan-angan, tapi hal itu tidak masalah. Tujuanmu hidup bukanlah untuk menjadi sempurna, namun belajar dan terus belajar dari kesalahan.
Jadi maafkanlah dirimu, tak ada gunanya membenci sosok yang akan paling setia, selalu ada, dan selalu mencoba melakukan yang terbaik untuk dirimu.
Katakanlah pada dirimu, tak peduli jika kamu harus mengatakannya setiap hari
bahkan seumur hidupmu, “aku memaafkanmu”.
...
Aku harap kamu
dapat mendapatkan manfaat dari tulisanku kali ini dengan menambahkan opsi maaf
sebagai bagian dari caramu menyelesaikan masalah-masalahmu.
Terima kasih pada
@Natasya sebagai orang sudah merequest
tulisan Black Cat’s Stories kali
ini. Mau request juga? Kirim ke e-mail: k.lonewolf13@gmail.com
See Ya!
Komentar