7 Cara Tetap Waras Menghadapi Covid-19
Yo!
Welcome to "Blackcat's Stories". What's up bro and sis?
Siapa sih yang tidak merasa stress kalau setiap hari di rumah dengan sensasi tertekan akibat rasa cemas dan bosan? Yang pasti itu adalah aku!
Selama lebih dari satu bulan, aku merasakan bagaimana rasanya duniaku sebatas gadget dan teras depan rumah. Obrolan dengan orang-orangpun menjadi monoton dan membosankan karena aktivitas yang dilakukan hanya makan, tidur, dan toilet. Tidak ada motivasi, yang ada hanyalah kehampaan dan rasa malas.
Tugas semakin menumpuk, kuota semakin menipis, mata makin minus, tapi pinter aja kaga.
Berbeda dengan mereka yang harus tetap kerja keluar rumah di tengah pandemik yang mengancam dari tiap sisi. Kita masih bisa bernapas lega, namun, rasa jenuh tetap saja membunuh secara perlahan bukan?
Berbeda dengan mereka yang harus tetap kerja keluar rumah di tengah pandemik yang mengancam dari tiap sisi. Kita masih bisa bernapas lega, namun, rasa jenuh tetap saja membunuh secara perlahan bukan?
Jadi, ini adalah caraku bertahan hidup (menjaga kewarasan) selama berada di rumah:
1. Ekspresikan Perasaanmu
Apa yang kamu rasakan saat ini? Lampiaskan emosi negatif itu menjadi sesuatu yang produktif. Ekspresikan!
Lampiaskan rasa sedihmu, kesalmu, takutmu di secarik kertas atau pada bantal empuk. Buatlah puisi, buatlah lagu, buatlah lukisan, jadilah ninja.
Menyanyilah, menarilah, tidak akan ada yang menghakimi. Karena mereka juga membutuhkan hiburan sama seperti dirimu. Buatlah tiktok, buatlah konten youtube, keluarkan jiwa-jiwa seni yang bergejolak itu..
Dengan begitu, gabut hilang, kepopuleran datang!
2. Buatlah Rencana
Rencana sangat membantuku untuk tetap aktif dan produktif. Sehingga, setiap hari ada motivasi yang bisa mendorongku untuk tetap waras dan merasa hidup.
Sebagai contoh: aku menulis bahwa setiap pagi aku akan mengerjakan tugas sebelum deadline dengan metode menyicil sehingga aku sering bangun pagi dan bisa melakukan aktivitas lain seperti berjemur, berolahraga, dan menghirup udara segar.
Tanpa bantuan beberapa aplikasi perencanaan aku mungkin lupa sekarang hari apa, bahkan aku sempat tidak mengikuti pembelajaran di kelas online karena aku lupa hari dan waktu. Untunglah aku masih ingat aku ini siapa dan bagaimana caranya bernapas, berjalan, makan,..
3. Tetap Dekat dengan Orang-orang Tersayang
Jangan lupa untuk memperkuat hubungan dengan mereka yang terpenting. Ini momen yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama dan memperbaiki hubungan yang sempat renggang.
Aku sering mengobrol dengan keluargaku mengenai berita yang kami tonton hari ini, jalan cerita film india yang tidak aku mengerti, memprotes biaya UKT yang mahal namun tidak memakai fasilitas, dan keluhan-keluhan lain. Selain mengomel, hal biasa yang kami lakukan adalah memasak
Selain itu, aku memastikan kalau bukan aku saja yang stress dan tidak bahagia dengan mengecek kabar teman-temanku yang berada jauh diluar sana. Kami juga membagikan tips bertahan hidup, anti-gabut, atau berkeluh kesah. Kami senang mengeluh memang, rasanya nikmat dan menyenangkan, terutama mengeluh tentang tugas yang semakin hari semakin menumpuk.
4. Melakukan Hal Baru
Hal yang paling logis ketika merasa bosan/jenuh adalah melakukan aktivitas yang baru dan keluar dari zona nyaman.
Apa hal yang selama ini ingin kamu coba?
Apa hal yang selama ini ingin kamu coba?
Ketika aku mulai jenuh dengan aktivitas rutin dan monoton, aku mencoba aktivitas lain, seperti memasak dan berkesperimen dengan rasa dan bahan-bahan makanan, belajar bahasa, membuat postingan blog, dan banyak hal lainnya. Aku bahkan belajar memahami statistika, demi mengubah nilai C+ itu menjadi A:"
5. Tetap Mengerjakan Tugas dan Tanggung Jawab Lain
Caraku agar tetap waras adalah dengan tetap mengerjakan tanggung jawabku. Sebagai bentuk distraksi dan membuatku merasa produktif dan berguna.
Selain itu, melakukan aktivitas seperti membersihkan kamar membantuku merasa memiliki kontrol dalam hidupku, ada sensasi-sensasi yang membuatku merasa menjadi manusia yang berguna karena sudah melakukan aktivitas yang produktif dan secara tidak langsung mengurangi beban orang lain yang tinggal serumah denganku.
6. Nonton HOROR
Ketika kamu merasa jenuh dan hampa. Wajah flat dan merasa seperti zombie.
Menonton film horor yang bagus bisa memicu adrenalin yang membuat bulu kuduk langsung berdiri seketika. Terkadang, kamu pun mulai merasa kalau kamu tidak sendirian lagi.
Ini tips yang bagus untuk kamu yang jauh dari rumah, memilih untuk mengucilkan keluargamu, sedang merasa kesepian, atau ditonton bareng keluarga dan menderita bersama-sama.
Menonton film horor yang bagus bisa memicu adrenalin yang membuat bulu kuduk langsung berdiri seketika. Terkadang, kamu pun mulai merasa kalau kamu tidak sendirian lagi.
Ini tips yang bagus untuk kamu yang jauh dari rumah, memilih untuk mengucilkan keluargamu, sedang merasa kesepian, atau ditonton bareng keluarga dan menderita bersama-sama.
7. Beribadah dan Berdoa
Hal yang paling perlu diingat sebagai manusia biasa adalah tanpa-Nya kita hanyalah remah rengginang.
Dengan ancamana disetiap penjuru, ini waktu yang tepat untuk meminta perlindungan Tuhan dan betobat sebelum terlambat.
Dengan ancamana disetiap penjuru, ini waktu yang tepat untuk meminta perlindungan Tuhan dan betobat sebelum terlambat.
Selain itu, berdoa itu bagus untuk jiwa. Karena membuat kita merasakan emosi positif seperti ketenangan dan harapan. Hal itu yang kita perlukan dalam menghadapi situasi yang kacau dan kita merasa tidak berdaya.
Meditasi juga berguna untuk memberikan ketenganan batin dan tetap fokus pada masa kini. Melakukan yoga, praktik mindfullness, dan sebagainya bisa membuatmu batinmu lebih tenang dan tentram
..
Okay, itu 7 hal yang aku lakukan selama #DiRumahAja, selain mencuci tangan, social-distancing, rebahan, malas-malasan, dan stress.
Bagaimana caramu menjalani pandemik covid-19?
Keep calm and stay safe and healthy!
See ya~
See ya~
Komentar